Kisah Imam Asy-Syafi'i (Imam Mazhab)

Imam Syafii adalah salah seorang dari Imam 4 mahzab. Mahzab Syafii merupakan mahzab yang paling banyak dipakai di Indonesia. Banyak orang mengenal nama besar beliau, tetapi sedikit sekali yang mengetahui jerih payah beliau dan ibu beliau dalam menuntut ilmu. Simak sejarah singkat Imam Syafii dalam tulisan berikut ini.
Kelahiran dan Nasab
Imam Syafii lahir pada bulan Rajab tahun 150 Hijriah. Ayah beliau adalah Idris bin Al Abbas, sedangkan ibu beliau adalah Fathimah Al-Azdiyyah. Beliau diberi nama Muhammad, dan dipanggil Syafii seperti dengan nama salah seorang kakek beliau yaitu Syafii bin Asy-Syaib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada Abdu Manaf. Asy-Syafii menjadi yatim pada usia kurang dari 2 tahun.
Imam Syafii Menuntut Ilmu
Kondisi ekonomi Imam Syafii tidak begitu bagus. Beliau dibesarkan dalam kondisi fakir dan hidup atas bantuan keluarganya dari kabilah Qurays. Asy-Syafii kecil tidak memiliki cukup uang untuk membayar guru yang bisa mengajarkan tahfidz Al Quran serta dasar membaca dan menulis. Namun karena Sang Guru melihat kecerdasannya, Asy-Syafii kecil dibebaskan dari biaya belajar. Imam Syafii dapat menghafalkan Al Quran dalam usia 7 tahun. Ketika menyadari bahwa perkembangan ilmu beliau tidak signifikan, beliau memutuskan untuk pergi ke Masjidil Haram belajar dengan para ulama disana. Di Makkah Imam Syafii belajar dengan banyak guru diantaranaya: Sofyan bin Uyainah, Muslim bin Khalid, Said bin Salim Al Qaddah, Daud bin Abdurrahman Al Attar dan yang lain. Pada waktu di Madinah beliau juga menuntut ilmu kepada Imam Malik.
Hal yang luar biasa dalam diri Imam Syafii adalah beliau sudah diijinkan berfatwa oleh guru berliau, Syaikh Muslim bin Khalid pada usia 15 tahun. Syaikh Muslim bin Khalid berkata :“Berfatwalah kamu hai Aba Abdullah, Demi Allah engkau sudah layak berfatwa”
Sofyan bin Uyainah seorang ulama Ahli Hadist di Masjidil Haram ketika mendapatkan pertanyaan yang sulit menoleh kepada Syafii dan berkata :“Coba tanyakan kepada anak itu”
Perjalanan Imam Syafii
Imam Syafii suka melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu dan memberikan pelajaran. Ketika sedang belajar di Makkah, beliau sering pergi ke suku badui di pedalaman untuk belajar bahasa kepada mereka. Ketika umur beliau memasuki usia 20 tahun, Imam Syafii melakukan perjalan ke Madinah untuk menuntut ilmu kepada Imam Malik. Imam Syafii juga pernah melakukan perjalan ke Iraq. Beliau mendengar bahwa Imam Abu Hanifah telah melahirkan banyak ulama, diantaranya Imam Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan. Asy-Syafii bertekad untuk menemui keduanya dan ulama-ulama lain di Iraq. Imam Syafii juga pernah melakukan perjalanan ke sekitar Persia, Yaman dan Mesir. Banyaknya wawasan beliau mengenai kondisi umat islam dan permasalahannya semakin meningkatkan keilmuan Imam Syafii.
Karya Imam Syafii
Diantara karya Imam Syafii adalah :
– Al Umm
– Ar Risalah
– Al Imlah As-Shagir
– Al Amali Al-Kubra
– Mukhtasar Ar-Rabi
– Mukhtasar Al-Muzani
– Mukhtasar Al Buwaithi
– Kitab Al Jizyah
– dan lain lain
Pujian Ulama kepada Imam Syafii
Ketika ditanya tentang Imam Syafii, Imam Ahmad bin Hambal berkata :
“Sungguh Allah telah menganugerahkannya kepada kita, sebelum ini kita telah belajar dari orang-orang yang berpendapat dengan akalnya, kita tulis kitab mereka, sehingga Asy Syafii, berada di tengah-tengah kita dan mendengar ucapannya, kita akan segera tahu bahwa dia adalah orang paling pandai, kami telah bergaul bersamanya selama beberapa hari, kami tidak menyaksikan pada dirinya kecuali kebaikan”
Ahli Hadis Imam Abu Dawud berkata :
“Asy-Syafii merupakan sosok yang membawa obor bagi para pembawa dan periwayat hadist, siapa pun yang berpegangn pada keterangan dan pejelasannya, maka ucapannya akan menjadi referensi”
Al Hasan bin Muhammad Az-Za’farani seorang ulama hadist Iraq mengatakan :
“Pada awalnya para ahli hadist tertidur, lalu datang Asy-Syafii untuk membangunkannya”
Imam Syafii Wafat
Imam Syafii wafat pada bulan Rajab tahun 204 Hijriah pada umur 54 tahun. Beliau wafat ketika sedang berada di Mesir. Beliau dimandikan oleh wali Mesir, yaitu Muhammad bin As-Suri bin Al-Hakam. Imam Syafii dimakamkan disebuah tempat yang sekarang dikenal dengan nama Turbah (tanah) Asy-Syafii. Semoga Allah memberikan balasan terbaik kepada beliau.
Oleh admin kaos islami @kaosbapaksholeh, dari berbagai sumber

Comments

Popular Posts